Angsa

Jakarta punya sejarah yang panjang, tapi punyakah ia nostalgia? Kota bergerak kian cepat; pada saat yang sama kian sedikit penghuni yang memandang foto-foto lama sebagai bagian dari riwayat mereka. Di Jakarta generasi manusia, gedung, dan peta berganti berkali-kali. Kita punya Chairil Anwar (mungkin dia satu-satunya), yang sekilas mencatat satu adegan Jakarta modern di ujung 1940- an—bioskop Capitol memutar flm Amerika, anak-anak muda menunggu trem dari Kota—tapi tak ada yang melihat kembali bagian yang ditinggalkan. Dengan murung atau tidak. Transformasi tentu juga dialami kota lain. Paris di abad ke- 19, misalnya, berganti rupa mirip ciptaan baru: pada 1853, Napoleon III menugasi Baron Georges-Eugène Haussmann untuk mengubah Paris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *