Usia Penderita Jantung Semakin Muda

Penelitian terkini dari Kemementerian Kesehat- an, menyebutkan kardiovaskular atau penyakit jantung masih menjadi penyakit paling mematikan di Indonesia. Secara lebih khusus, penelitian menunjukkan dari total penduduk yang berisiko terkena penyakit jantung, ternyata 39,1% berusia antara 15 sampai 45 tahun.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Data ini bertolak belakang dengan persepsi selama ini, bahwa penyakit jantung merupakan penyakit orang tua. Berdasarkan temuan ini, Yayasan Jantung Indonesia dan PT Omron Healthcare Indonesia memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit jantung. “Kami sangat prihatin dengan peningkatan penyakit jantung di Indonesia dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya. Dahulu, penyakit jantung umumnya menyerang para orang tua.

Kini, kami mulai melihat anak-anak muda yang secara ekonomi produktif menjadi sangat rentan terkena penyakit jantung, karena pola hidup yang tidak sehat seperti memakan makanan junk food, merokok, dan lainnya,” ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Syahlina Zuhal. Sementara itu, Dr. Rarsari Soerarso, Ahli Penyakit Jantung dari Pusat Kardiovaskular Nasional RS Harapan Kita, mengatakan “Pemeriksaan kardiovaskular rutin sangatlah penting, karena dapat mendeteksi faktor-faktor risiko secara dini.

Jika tidak punya waktu untuk melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit, cara terbaik adalah dengan memantau sendiri tekanan darah, kadar gula, dan kadar kolesterol. Hal ini dapat dilakukan sendiri di rumah atau di tempat kerja dengan mudah menggunakan peralatan modern dan akurat, seperti pengukur tekanan darah digital. Namun demikian, pemeriksaan di rumah tetap tidak bisa menggantikan pemeriksaan di rumah sakit oleh tenaga medis yang terlatih.

“Mengingat jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia yang meningkat, sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara menjaga kesehatan. Kami percaya pencegahan adalah langkah terbaik, karena itu kami ingin membangun momentum dengan Yayasan Jantung Indonesia dalam hal peningkatkan kesadaran masyarakat, pendidikan, konseling, dan penyediaan teknologi untuk memonitor kesehatan, seperti alat pengukur tekanan darah,” kata Kazuhide Kondo, Direktur Utama PT Omron Healthcare Indonesia.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *