Razia Yang Menyeret Ranu Bag3

Sebagian besar laporan Ranu berisi desakan Laskar dan tak satu pun memuat konfrmasi dari pihak Social Kitchen. Pada Ahad dinihari dua pekan lalu, rombongan Laskar Umat Islam Surakarta tiba di Social Kitchen sedikit di atas pukul 01.00. Dari keterangan saksi, polisi menyimpulkan ada 40-an orang yang datang menggeruduk Social Kitchen, mengobrakabrik properti kafe itu, dan melukai beberapa pengunjung. Manajer Social Kitchen Junaidi Rahmad belum bisa ditemui.

Dia sempat menjanjikan wawancara dengan Tempo pada Senin pekan lalu, tapi membatalkannya. Seorang petugas keamanan di kafe tersebut mengatakan bosnya sudah lama tidak datang ke tempat itu. Setelah razia, Ranu tiba kembali di rumah pada pukul 02.30. Beberapa jam kemudian, Ranu mengunggah dua tulisan di Panjimas.com tentang razia di Social Kitchen. Tulisan pertama Ranu berjudul ”Gerebek Social Kitchen, Ormas Islam Temukan Puluhan ABG Mabuk dan Maksiat”.

Sedangkan laporan kedua berjudul ”Seolah Kebal Hukum, Social Kitchen Menjadi Tempat Favorit bagi Pecinta Miras dan Kemesuman”. Dalam kedua tulisan itu, Ranu sama sekali tidak menyinggung aksi brutal Laskar merusak kafe dan menganiaya pengunjungnya. Tulisan itu menegaskan bahwa aksi Laskar dilakukan karena Social Kitchen kerap melanggar aturan dan pemerintah membiarkannya.

Anies menduga kedua tulisan itulah yang membuat Ranu ditangkap. Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Rikwanto, tak sepenuhnya membantah tudingan Anies. Dia mengatakan Ranu dicokok karena terlibat aktif dalam persiapan razia oleh Laskar Umat Islam Surakarta. Menurut Rikwanto, Ranu bertugas sebagai anggota tim propaganda: merekam razia dan ”mencetaknya di tabloid internal mereka untuk disebar”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *