Algoritma Mobokratis Bagian 2

Percakapan hal-hal emosional (tentang agama, politik, bahkan juga bisa tentang klub bola atau pesohor favorit) di media sosial bisa cepat meluncur menjadi pertarungan kerumunan yang marah satu sama lain. Algoritma mobokratis memberi ruang luas bagi peneguhan dan penguatan ruang gema dan bias konfrmasi anggota kerumunan itu.

Adakah Jalan Keluar?

MELIHAT kedigdayaan Google, Facebook, atau Twitter saat ini, langkah yang perlu dilakukan untuk meredam daya rusak media sosial adalah menumbuhkan literasi media digital. Memang, setelah dikritik karena memungkinkan meluasnya penyebaran berita palsu dan hoax dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat, Facebook, misalnya, dengan sedikit terpaksa mengambil langkah-langkah perbaikan. Tapi hal itu belum cukup. Sedangkan mengharapkan tumbuhnya platform media sosial dengan algoritma yang memungkinkan diskusi beradab ketimbang sumpah serapah bukan hal mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *