Adakah Jalan Keluar?

Diperlukan waktu dan modal raksasa agar membuat sebuah platform media sosial dipakai secara luas. Apalagi akhir-akhir ini jaringan tertutup seperti WhatsApp (yang berbeda sifat platformnya dengan media sosial seperti Facebook) menjadi semakin luas penggunaannya. Jamak kita dengar grup WA yang pecah (bahkan grup WA keluarga besar) setelah anggotanya terlibat percakapan yang panas. Fitnah dan hoax bebas lalu-lalang dalam grup-grup tertutup semacam itu.

Karena itu, melek media digital, salah satu dari apa yang disebut sebagai 21st century skills, menjadi penting untuk disebarkan. Melek media digital memungkinkan orang memahami bagaimana menggunakan media sosial dan Internet untuk kemaslahatan bersama. Langkah awalnya sebenarnya bisa dimulai dari individu kita masingmasing. Itu jika kita ingin media sosial yang sehat dan beradab, tentu saja.

Algoritma Mobokratis Bagian 2

Percakapan hal-hal emosional (tentang agama, politik, bahkan juga bisa tentang klub bola atau pesohor favorit) di media sosial bisa cepat meluncur menjadi pertarungan kerumunan yang marah satu sama lain. Algoritma mobokratis memberi ruang luas bagi peneguhan dan penguatan ruang gema dan bias konfrmasi anggota kerumunan itu.

Adakah Jalan Keluar?

MELIHAT kedigdayaan Google, Facebook, atau Twitter saat ini, langkah yang perlu dilakukan untuk meredam daya rusak media sosial adalah menumbuhkan literasi media digital. Memang, setelah dikritik karena memungkinkan meluasnya penyebaran berita palsu dan hoax dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat, Facebook, misalnya, dengan sedikit terpaksa mengambil langkah-langkah perbaikan. Tapi hal itu belum cukup. Sedangkan mengharapkan tumbuhnya platform media sosial dengan algoritma yang memungkinkan diskusi beradab ketimbang sumpah serapah bukan hal mudah.

Algoritma Mobokratis

DI era keberlimpahruahan informasi yang kita alami sekarang ini, media sosial (Facebook dan Twitter, misalnya) berjuang agar informasi yang melewati platform mereka mendapatkan attention (perhatian) sebanyak mungkin dari warganet (netizen). Attention menjadi barang langka yang diperebutkan dan ”dijual” agar bisnis mereka tumbuh terus. Algoritma mereka dirancang untuk mendorong agar sebanyak mungkin pasang mata melihat sejumlah posting-an, mengRT, men-share, me-like, dan memberikan komentar.

Wael Ghonim (2016)—aktivis media sosial Mesir yang laman Facebooknya memobilisasi rakyat Mesir untuk turun ke Medan Tahrir (Tahrir Square) dan berujung pada tumbangnya Presiden Mubarak—menyebutnya sebagai algoritma mobokratis (mobocratic algorithms). Inilah algoritma yang memberi kekuasaan pada mob atau ”kerumunan”. Dengan algoritma mobokratis ini, posting-an yang nyaring, marah, agresif, sensasional, atau bias akan mendapatkan attention lebih banyak, dan karenanya menyebar lebih cepat.

Café Churreria

Siapa bilang churros hanya bisa dipadukan toping manis saja? Buktinya, Cafe Churreria menyajikan menu churros bolognesa dengan cita rasa gurih yang nikmat. Sajian ini terdiri dari beberapa batang churros ukuran 15 cm yang dibalut saus bolognese homemade dan cincangan daging sapi. Churros gurih makin nikmat dengan toping lelehan keju mozzarella dan taburan bubuk oregano.

Baca juga : Catering Jakarta

Seporsi churros bolognesa harganya Rp 48 ribu. Kata Hermanto, Managing Director Cafe Churreria, bahan utama churros adalah tepung terigu dan air, dengan komposisi 1:1. Cafe Churreria selalu menggunakan adonan churros baru setiap harinya. Alasannya, adonan churros tak bisa tahan lama karena teksturnya akan berubah lengket serta berlendir. “Churros kami tidak menggunakan telur, jadi bisa dinikmati oleh kaum vegetarian,” ucap Hermanto.

Selain churros bolognesa, tersedia pula 2 varian churros gurih lainnya. Yakni, churros chikarom seharga Rp 48 ribu dan churros side up seharga Rp 42 ribu. Selain churros gurih, masiha da 10 menu churros lain yang bisa dicoba. Kafe ini menyajikan 30-40 porsi churros setiap harinya. “Jumlahnya bisa meningkat di weekend dan public holiday,” jelasnya.

Churros Moy Kitchen

Churros tampil kaya rasa dan warna dengan adonan warna-warni, seperti yang ditawarkan Moy Kitchen, milik Shannaz Monica (29). Ada churros red velvet yang berwarna merah, churros greentea berwarna hijau, dan churros taro yang berwarna hitam. Shannaz mulai berjualan churros lantaran pernah mencoba churros, namun teksturnya lembek sehingga tak enak dimakan.

“Penasaran, saya coba bikin sendiri. Setelah beberapa kali uji coba, akhirnya berhasil bikin churros yang crunchy tapi lembut di dalam,” tuturnya. Shannaz pun pede mengunggah foto churros nya ke media sosial. Hasilnya, banyak yang penasaran ingin coba, “Beberapa teman di luar kota ingin beli. Akhirnya saya produksi churros frozen agar bisa dikirim ke luar kota,” kata Shannaz yang memiliki booth di sejumlah kafe dan resto di Surabaya, antara lain di Makmu Eatery, Bebek Pak Joss Dharmahusada dan yoko oleh oleh di Jalan Biliton 45.

Selain churros original, ia juga menawarkan churros warna-warni varian red velvet, green tea, dan taro. “Saya pakai pewarna pasta makanan yang aman dan halal dikonsumsi,” kata Shannaz. Churros-nya dilengkapi saus cokelat, cappuccino, blueberry, strawberry, Nutella, Ovomaltine, atau tiramisu. Churros goreng original isi 10 plus saus, harganya Rp 17 ribu dan churros goreng warna warni plus saus Rp 19 ribu. Untuk churros frozen original, harganya Rp 20 ribu per pak isi 16 buah, sedangkan varian greentea, taro, dan red velvet harganya Rp 23 ribu per pak, dilengkapi taburan gula halus dan bubuk kayumanis, saus strawberry, blueberry, coklat, dan cappuccino. Churros frozen tahan 2 bulan di dalam freezer.

Aneka Ragam Modifikasi Churros

Churros Cup Bentuk churros pada resep Churros menggunakan bagian belakang cup muffin pendek dan lebar. Simpan di dalam freezer. Goreng. Sajikan dengan 1 skup es krim cokelat.

Churros Sandwich Bentuk churros pada resep Churros seperti obat nyamuk di atas silpat. Bekukan. Goreng. Sajikan dengan 1 skup es krim vanilla pada bagian tengah churros. Coret-coret dengan 100 gram lelehan cokelat masak pekat. Taburi 100 gram cincangan kacang tanah sangrai.

Baca juga : Catering Pernikahan Jakarta

Churros Pop Oreo Ganti kayumanis sebagai bahan taburan pada resep Churros dengan 10 keping Oreo tanpa krim yang dihaluskan.

Churros Pop Semprotkan adonan pada resep Churros pendek pendek saat digoreng. Sajikan dengan bahan taburan.

Churros Duo Cokelat Semprotkan churros pada resep Chocolate Churros dengan spuit yang lebih besar. Goreng. Lubangi bagian tengahnya dengan sedotan. Isi selai cokelat. Gulingkan di atas gula pasir halus. Sajikan tanpa saus cokelat.

Churros Toping Cokelat Semprotkan churros pada resep Chocolate Churros dengan spuit yang lebih besar. Goreng. Celupkan sebagian permukaan churros ke dalam saus cokelat. Taburi cokelat chip putih.

Churros Green Tea Cokelat Ganti cokelat bubuk pada resep Chocolate Churros dengan 1 sendok makan green tea bubuk. Semprotkan adonan bentuk air mata besar. Goreng.

Churros Green Tea Stik Semprotkan adonan churros pada resep Chocolate Churros dengan spuit sepanjang 8 cm. Goreng. Celupkan ke dalam saus cokelat.

Churros Mabelita

Meski simpel, penyajian churros ala Churros Mabelita sungguh menggoda. Churros-nya disajikan dengan siraman saus dan toping. Tersedia beberapa pilihan saus, dari cokelat, kacang, stroberi, blueberry, dan susu kental manis. Dan topingnya tak kurang dari 6 jenis, seperti crispy ball, meises, parutan keju, hingga lelehan keju mozzarella.

“Pembeli bisa memilih saus dan satu toping sesuai selera,” ungkap pemilik Churros Mabelita, Trefiadi Vitrada atau akrab disapa Pepi. Tiap porsi berisi 5 batang churros sepanjang 15 cm, disajikan di wadah oval dari anyaman rotan. Harganya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per porsi. Kudapan khas Spanyol ini oleh Pepi dijajakan di warung tenda yang terletak di Jalan Ambon, tepat di depan GOR Saparua, Bandung. “Buka jam 15.00-23.00 WIB, dan Senin tutup,” kata Pepi yang dibantu istri menjalankan usaha sejak sejak 2015 lalu.

Pepi membuat churros dengan bahan sederhana, seperti tepung terigu, gula, telur, dan air. “Yang cukup sulit ialah menghasilkan rasa churros yang sesuai dengan lidah. Saya butuh 5-6 kali uji coba sebelum dijual,” ungkapnya. Kini, Pepi bisa menjual minimal 15 porsi churros per hari. Di akhir pekan, jumlah penjualan bisa melonjak hingga 40 porsi. Tak jarang pula Pepi menerima pesanan untuk pesta ulang tahun atau pernikahan.

Churros Untuk 3 Porsi ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Churros Untuk 3 Porsi ala Catering Pernikahan Jakarta

Saat ini, kita memiliki banyak variasi dalam menyajikan churros. Tak lagi sekadar ditaburi gula pasir dan bubuk kayumanis, tapi bisa diberi isi, toping, hingga berkreasi dengan adonannya. Mari kita coba, idenya sangat inspiratif sebagai peluang usaha.

Baca juga : rebornmind.org

Bahan: 30 gr margarin 175 gr tepung terigu protein sedang 25 gr gula pasir 1/2 sdt baking powder 1/4 sdt garam 150 ml air 2 btr telur 500 ml minyak, untuk menggoreng

Bahan Taburan (Aduk Rata): 100 gr gula pasir halus 2 sdt kayumanis bubuk

Cara Membuat: 1. Rebus margarin, air, garam, dan gula pasir sambil diaduk hingga mendidih. Angkat. Masukkan tepung terigu dan baking powder. Aduk sampai kalis. 2. Tambahkan telur. Kocok rata. Masukkan dalam kantung plastik segitiga. 3. Panaskan minyak goreng di atas minyak di wajan datar. Semprot memanjang dengan spuit sepanjang 10 cm. 4. Goreng sampai matang dan kering. Sajikan dengan bahan taburan.

Baca juga : revogayahidup.com

Chocolate Churros Untuk 14 Potong

Bahan: 25 gr margarin 150 ml air 25 gr gula pasir 1/4 sdt garam 150 gr tepung terigu protein sedang 1/2 sdt baking powder 1 sdm cokelat bubuk 2 btr telur 500 ml minyak, untuk menggoreng

Bahan Saus: 300 ml susu cair 25 gr gula pasir 10 gr cokelat bubuk 1 sdm maizena, larutkan di dalam 1 sdm air 50 gr cokelat masak pekat, potong potong

Cara Membuat: 1. Rebus margarin, garam, air, dan gula pasir sambil diaduk hingga mendidih. Angkat. Masukkan tepung terigu, baking powder, dan cokelat bubuk. Aduk sampai kalis. 2. Tambahkan telur. Kocok rata. Masukkan dalam kantung plastik segitiga. 3. Panaskan minyak goreng diatas minyak diwajan datar. Semprot memanjang dengan spuit sepanjang 7 cm. 4. Goreng sampai matang dan kering. 5. Saus, rebus susu cair, cokelat bubuk, maizena, dan gula pasir. Masak sampai matang dan meletup-letup. Matikan api. Masukkan cokelat masak pekat. Aduk sampai cokelat meleleh. 6. Sajikan churros dengan saus cokelatnya.

AGAR JAKSA TAK ’MENGGORENG’ PERKARA

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi tentang peninjauan kembali seharusnya bisa mendatangkan kepastian hukum, terutama untuk terdakwa dan terpidana. Mahkamah melarang jaksa mengajukan permohonan peninjauan kembali atas putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap. Majelis hakim konstitusi juga menegaskan, upaya hukum luar biasa itu hanya boleh untuk terpidana atau ahli warisnya.

Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji materi Pasal 263 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Apa boleh buat, pemohon uji materi adalah Anna Boentaran, istri Joko Soegiarto Tjandra—buron kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Joko kabur pada 2009, sehari sebelum Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali yang diajukan jaksa. Joko dihukum dua tahun penjara setelah pengadilan kasasi membebaskan dia delapan tahun sebelumnya. Pasal 263 KUHAP sejatinya menyatakan peninjauan kembali merupakan hak terpidana dan ahli warisnya.

Namun anomali terjadi pada 1996, ketika jaksa menggunakan hak ini dalam perkara Muchtar Pakpahan. Kala itu, jaksa tak puas atas putusan hakim kasasi yang membebaskan Muchtar dari dakwaan menghasut buruh. Mahkamah Agung mengabulkan permohonan jaksa dan menghukum Muchtar empat tahun penjara. Sejak itu, jaksa belasan kali mengajukan permohonan peninjauan kembali. Lima di antaranya dikabulkan. Putusan Mahkamah Konstitusi seharusnya menjadi cambuk bagi jaksa.

Sebelum masuk persidangan, jaksa harus menyiapkan konstruksi dakwaan yang kokoh serta bukti yang kuat. Jaksa tak boleh lagi ”menggoreng” perkara di persidangan dengan bukti ala kadarnya sambil mencari-cari bukti baru (novum) untuk bekal peninjauan kembali nantinya. Argumen bahwa hukum acara tak tegas melarang jaksa mengajukan permohonan peninjauan kembali tak bisa dipertahankan. Toh, jaksa punya kesempatan luas membuktikan dakwaan selama persidangan.

Jika jaksa gagal membuktikan dakwaan, terdakwa harus dibebaskan. Jaksa tak boleh menyeret lagi terdakwa ke persidangan meski kelak punya bukti tambahan. Terdakwa tak boleh diadili dua kali untuk perkara yang sama. Nebis in idem. Kisruh aturan peninjauan kembali semestinya bisa diakhiri bila Rancangan Undang-Undang Revisi KUHAP segera disahkan. Rancangan yang mengendap di Dewan Perwakilan Rakyat itu mengatur lebih jelas prosedur peninjauan kembali.

Terpidana dan ahli warisnya bisa mengajukan permohonan peninjauan kembali bila ada novum atau ada pertentangan dalam putusan hakim. Permohonan yang didasari penafsiran bahwa hakim keliru menerapkan hukum—seperti dimungkinkan dalam KUHAP lama—tak ada lagi dalam rancangan baru. Rancangan KUHAP memang masih memungkinkan Jaksa Agung mengajukan permohonan peninjauan kembali. Tapi itu demi kepentingan terpidana atau ahli warisnya, bukan untuk kepentingan korps kejaksaan.

Misalnya ketika terpidana tak mengajukan permohonan peninjauan kembali meski ada novum yang menguntungkan. Prinsip jaksa bisa bergerak ”atas nama kepentingan terpidana” ini sejalan dengan Article 84 Statute of International Criminal Court. Sembari memperbaiki kualitas putusan kasasi, Mahkamah Agung perlu memperketat syarat peninjauan kembali. Bila tidak, Mahkamah akan terus kebanjiran perkara.

Berdasarkan catatan Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan, saban tahun rata-rata ada 383 permohonan peninjauan kembali perkara pidana. Tumpukan perkara itu merepotkan hakim agung, yang jumlahnya terbatas. Lebih berbahaya lagi, ruang peninjauan kembali yang longgar pun rawan dimainkan mafia perkara.

Website : kota-bunga.net

MENOHOK TEROBOSAN AHOK

GUBERNUR DKI Basuki Tjahaja Purnama tak perlu ragu membeberkan soal kontribusi tambahan proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Jika tidak ada niat jahat dan tak merugikan negara, ia sulit dituding melakukan korupsi sekalipun terobosan ini kontroversial. Kebijakan Basuki alias Ahok menyangkut kewajiban ekstra pada PT Muara Wisesa Samudra—anak usaha PT Agung Podomoro Land.

PT Muara merupakan pemilik izin reklamasi Pulau G seluas 161 hektare atau dikenal sebagai Pluit City. Perusahaan itu diwajibkan membiayai proyek senilai Rp 392,6 miliar sebagai kontribusi tambahan sekaligus menjadi syarat memperoleh izin reklamasi pantai. Temuan itu terendus setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Agung Podomoro di Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta, 1 April lalu.

Dari dokumen yang disita, terungkap pula PT Muara sudah menggelontorkan Rp 218,7 miliar untuk kontribusi tambahan. Di antaranya buat pembangunan dan pengadaan mebel rumah susun sederhana sewa di Daan Mogot, Jakarta Barat, pengadaan rumah pompa, serta penertiban kawasan prostitusi Kalijodo. Kontroversi muncul lantaran aturan mengenai kontribusi tambahan bagi pengembang reklamasi itu belum ada.

Celah ini tengah ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus dimanfaatkan lawan-lawan politik buat menohok Basuki. Aturan kontribusi tambahan baru dimasukkan ke Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Pantai Utara Jakarta. Celakanya, pembahasan rancangan ini bertele-tele karena Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta meminta kontribusi tambahan yang diusulkan Basuki sebesar 15 persen dihapus atau paling tidak turun menjadi 5 persen.

Dewan bahkan menunda pembahasan rancangan peraturan itu hingga 2019 setelah KPK menangkap salah satu anggotanya, Mohamad Sanusi. Politikus Gerindra ini ditangkap setelah kedapatan menerima suap dari anak buah Presiden Direktur Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja pada akhir Maret lalu. Oleh Komisi, kasus kontribusi tambahan dipisahkan dari perkara suap. Gubernur Basuki berargumen bahwa terobosan itu merupakan diskresi, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Sesuai dengan undang-undang ini, pejabat boleh mengambil keputusan atau tindakan untuk mengatasi persoalan yang konkret tapi tidak secara jelas diatur dalam peraturan perundang-undangan. Syarat diskresi antara lain ada alasan obyektif, tidak menimbulkan konflik kepentingan, dan dilakukan dengan iktikad baik. Basuki perlu menjelaskan lebih gamblang lantaran keputusan tentang kontribusi mungkin sudah diambil sebelum landasan hukumnya terbit.

Kebijakan kontribusi tambahan sudah dibahas rapat yang digelar di ruangan Basuki pada 18 Maret 2014, ketika ia masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Padahal Undang-Undang Administrasi Pemerintahan baru disahkan pada akhir September 2014. Terobosan Ahok sebetulnya tidak aneh. Pemberian ganti rugi bagi penghuni liar, misalnya, juga termasuk diskresi. Berlandaskan aturan, pemerintah sebetulnya bisa langsung menggusur tanpa ganti rugi. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga dikenal soal inovasi semacam ini.

Tujuannya agar pejabat daerah berani melakukan terobosan tanpa khawatir dituding melanggar. Inovasi itu harus tidak mengandung konflik kepentingan, demi kepentingan umum, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hanya, undang-undang ini juga baru disahkan pada 30 September 2014. Ahok memanggul risiko: diskresi tentang kontribusi tambahan bisa digugat pihak-pihak yang dirugikan secara hukum—meski tidak sertamerta kebijakan itu bisa dianggap berbau korupsi.

KPK mesti bekerja lebih keras untuk membuktikan adanya unsur korupsi dalam terobosan itu. Komisi harus menyelidiki apakah kebijakan Basuki merugikan negara atau masyarakat secara langsung ataupun tidak langsung. Perlu diungkap pula apakah ada keuntungan pribadi atau golongan di balik keputusan itu. Kalau ternyata ada korupsi di balik terobosan Basuki, KPK harus berani bertindak tegas.

Sebaliknya, Gubernur Basuki tak perlu cemas bila terobosan itu tak disertai niat jahat yang menguntungkan dia dan kalangan dekatnya. Ia bahkan perlu secara aktif menjelaskan latar belakang dan tujuan terobosan itu kepada publik agar persoalan menjadi terang-benderang.