Solusi Permasalahan Seputar KPR/KPA Bagian 2

Q : Kalau mau pindah KPR dari satu bank ke bank lain dengan alasan bunga pinjaman yang lebih ringan, bagaimana prosesnya? Apa saja yang harus diperhatikan sebelum tergiur oleh penawaran bank tersebut? Trudyan, 40, Cibubur

Baca juga : Jual Genset Surabaya

A : Proses pindah bank kurang-lebih sama seperti proses pengajuan KPR/KPA di awal, yang dimulai dengan pengumpulan data yang dibutuhkan, analisis bank, dan proses akad kredit. Nancy menjelaskan, beberapa hal berikut harus dipertimbangkan saat pindah bank. • Pada tahun-tahun awal, biasanya cicilan kredit yang dibayar konsumen digunakan maksimum untuk membayar bunga kredit (metode anuitas), sehingga penurunan pokok kredit relatif kecil. Apabila nasabah melakukan pemindahan kreditnya menuju bank lain, maka perhitungan anuitas kredit akan berubah mengikuti perhitungan awal. • Pada saat proses kredit, ada biaya yang akan muncul seperti biaya taksasi agunan, asuransi, notaris, dan lainnya. Sebaiknya konsumen memperhitungkan perbedaan suku bunga dibandingkan total biaya yang harus dikeluarkan saat berpindah bank.

Q : Apakah harus masih punya pasangan hidup untuk mengajukan KPR/KPA? Anna, 37, Jakarta

A : Tidak. Konsumen yang belum menikah ataupun sudah tidak memiliki pasangan bisa mengajukan KPR/KPA. Namun untuk yang terakhir, biasanya bank akan meminta konsumen melampirkan surat cerai atau surat keterangan bahwa pasangannya telah meninggal.

Q : Bagaimana konsumen menyikapi bunga KPR rendah yang ditawarkan bank penyedia KPR? Apakah bisa langsung diambil atau ada pertimbangan lain? Andrea, 50, Bogor

A : Bunga rendah yang ditawarkan oleh bank biasanya merupakan suku bunga dengan batas waktu tertentu, yang digunakan sebagai gimmick marketing untuk menarik konsumen. Bahkan tak jarang juga suku bunga yang ditawarkan lebih rendah dari suku bunga dasar kredit Bank Indonesia (saat ini rata-rata 14%). Suku bunga ?at ini memiliki batas waktu yang disyaratkan bank. Jika batas waktunya habis, suku bunga beralih pada suku bunga ?oating yang berubah-ubah mengikuti kondisi negara. Masyarakat yang umumnya hanya termakan gimmick marketing ini tanpa berbekal pengetahuan yang cukup tentang suku bunga kredit, biasanya tidak akan siap menghadapi perubahan installment yang berlaku mulai cicilan ke-25.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *